Selasa, 01 Juni 2010

visual basic

VISUAL BASIC

a. Definisi Visual Basic

Visual Basic merupakan cara termudah dan tercepat untuk membuat aplikasi yang dijalankan di sistem operasi Microsoft Windows®. Apakah Anda seorang profesional atau pemula sekalipun di bidang pemrograman Windows, Visual Basic menyediakan kepada Anda sekumpulan perangkat untuk mempermudah dan menyederhanakan pengembangan aplikasi yang tangguh.

Lalu apa sebenarnya definisi dari Visual Basic itu sendiri? Kata “Visual” merujuk kepada metode yang digunakan untuk membuat antar muka yang bersifat grafis Graphical User Interface (GUI). Daripada menulis berbaris-baris kode untuk menjelaskan pemunculan dan lokasi dari suatu elemen di dalam antar muka, Anda dengan mudah dapat menambahkan object yang sebelumnya sudah dibangun ke dalam tempat dan posisi yang Anda inginkan di layar Anda. Jika Anda pernah menggunakan program untuk menggambar seperti Paint, maka Anda sebenarnya sudah memiliki keahlian uuntuk membuat sebuah antar muka pengguna secara efektif.

Kata “Basic” merujuk kepada bahasa BASIC (Beginners All-Purpose Symbolic Instruction Code), sebuah bahasa yang digunakan oleh banyak programmer dibandingkan dengan bahasa lainnya dalam sejarah komputer. Visual Basic telah berubah dari bahasa asli BASIC dan sekarang memiliki ratusan pernyataan (statements), fungsi (functions), dan kata kunci (keywords), dan kebanyakan di antaranya terkait dengan antar muka grafis di Windows. Pengguna tingkat pemula sekalipun dapat membuat aplikasi dengan mempelajari hanya beberapa kata kunci, sementara kekuatan dari bahasanya membolehkan para pengguna tingkat professional mencapai apapun yang dapat dihasilkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Windows lainnya.

Bahasa pemrograman Visual Basic tidaklah hanya identik dengan Visual Basic saja. Sistem Pemrograman Visual Basic dalam bentuk Edisi Aplikasi, telah dimasukkan ke dalam Microsoft Excel, Microsoft Access, dan banyak aplikasi Windows lainnya juga menggunakan bahasa yang sama. Visual Basic Scripting Edition (VBScript) adalah sebuah bahasa skrip yang digunakan secara lebih umum dan merupakan bagian dari bahasa Visual Basic. Dengan mempelajari Visual Basic, maka Anda akan dibawa ke area-area yang telah disebutkan tadi.

Apakah tujuan Anda untuk membuat sebuah utility sederhana untuk diri Anda sendiri atau untuk kelompok kerja Anda, sebuah sistem berskala perusahaan, atau bahkan aplikasi yang terdistribusi melalui Internet, Visual Basic memilik perangkat yang Anda butuhkan.

Fitur Data Access membolehkan Anda untuk membuat database, aplikasi front-end, dan komponen di sisi server (scalable server-side components) untuk hampir semua format database yang terkenal, termasuk Microsoft SQL Server dan database level perusahaan lainnya.

Teknologi ActiveX™ membolehkan Anda untuk menggunakan fungsionalitas yang disediakan oleh aplikasi-aplikasi lainnya, seperti pengolah kata Microsoft Word, Microsoft Excel spreadsheet, dan aplikasi Windows lainnya. Anda bahkan dapat mengotomatisasikan aplikasi-aplikasi dan objek-objek yang dibuat dengan menggunakan edisi Professional atau Enterprise Visual Basic.

Kemampuan Internet membuatnya mudah menyediakan pengaksesan ke dokumen-dokumen atau file-file dan aplikasi-aplikasi melalui Internet atau intranet dari dalam aplikasi Anda, atau untuk membuat aplikasi Internet server.

Aplikasi akhir Anda nantinya akan berbentuk sebuah file ।exe yang menggunakan Visual Basic Virtual Machine dan dapat Anda distribusikan secara bebas.

b. Sejarah Visual Basic

Sejarah Visual Basic diawali dari perkembangan bahasa BASIC di darthmouth College, Amerika Serikat, pada awal tahun 1960-an। Sejak semula BASIC memang dirancang untuk mudah dipelajari. Begitu sederhananya sehingga nyaris semua pakar pemrograman komputer menggunakan BASIC sebagai bahasa pemrograman pertamanya. Pada tahun 1982 IBM/PC diperkenalkan pada masyarakat, Microsoft pun membuat sistem operasi MS-DOS untuk komputer ini. Didalamnya disertakan pula bahasa BASIC yang dikenal sebagai QuickBasic (QBASIC). Pada tahun 1990-an era DOS berlalu digantikan era Windows. Tampilan grafis windows yang sangat bagus dan lebih interaktif mengubah pemrograman dari pekerjaan yang memusingkan kepala menjadi sebuah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Microsoft pun akhirnya membuat BASIC versi Windows yang dikenal dengan Microsoft Visual Basic.

Berikut ini sejarah Visual Basic:

  1. 20 Mei 1991: Microsoft merilis Visual Basic versi 1.0 untuk Windows di Windows World 1991, Atlanta, Amerika Serikat. Programmer dapat membuat antar muka pengguna dengan mudah. Pembuatan aplikasi bisa lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Kode ditulis oleh programmer untuk memberikan aksi terhadap Event dari pengguna (bagaimana pengguna merespon kepada object yang terdapat di antar muka pengguna).
  2. 1 September 1992: Microsoft mengumumkan Microsoft Visual Basic for MS-DOS® dalam edisi Standard dan Professional. Seperti Visual Basic untuk Windows, versi ini mengkombinasikan kemudahan pendisainan secara grafis dengan kekuatan dan keunggulan dalam banyak hal di pemrograman tradisional.
  3. 2 November 1992: Microsoft mengumumkan kemampuan dari Visual Basic versi 2.0 untuk Windows pada edisi Professional dan Standard. Versi ini menyertakan lebih dari 300 fitur baru dan peningkatan untuk pengembangan aplikasi yang lebih cepat, pengaksesan ke fitur-fitur tingkat lanjut di Windows, dan produktivitas pengembang yang lebih besar lagi. Di antaranya: MDI Forms, ODBC, dan variabel object.
  4. 14 Mei 1993: Microsoft mengumumkan Visual Basic versi 3.0 untuk edisi Standard dan Professional. Versi 3.0 menyediakan kemudahan akses ke berbagai sumber data yang banyak dengan mengintegrasikan mesin database Microsoft Access Database for Windows 1.1 dan kemampuan di bidang aplikasi melalui Object Linking and Embedding (OLE) 2.0. Juga ditambahkan tools baru berupa controls baru, penggunaan yang lebih mudah, dan sebuah peningkatan standarisasi control bagi pengguna.
  5. 29 Juni 1993: Microsoft mengumumkan bahwa Microsoft Visual Basic for Applications (VBA) akan diintegrasikan ke dalam Microsoft Excel 5.0 dan Microsoft Project 4.0. Visual Basic akan melayani bahasa Macro yang umum di versi yang akan datang dari aplikasi-aplikasi untuk Windows dan Macintosh. Fitur Macro yang umum untuk aplikasi dan OLE 2.0, keduanya merupakan elemen penting di visi dan strategi Microsoft untuk aplikasi yang dapat diprogram —yang akan memberikan kemampuan bagi pengguna untuk mengintegrasikan aplikasi-aplikasi, tugas-tugas otomatis, dan pembuatan solusi yang bersifat kostumais. VBA memiliki mesin pengembangan tangguh dan fleksibel yang sama yang membuat Visual Basic menjadi terkenal, teknologi pemrograman yang memperoleh penghargaan.
  6. 14 November 1994: Visual Basic versi 4.0 untuk Windows didemonstrasikan di Fall/COMDEX ’94 di Las Vegas. Demonstrasi ini berfokus pada perannya sebagai aplikasi berbasis Windows 32-bit pertama yang menggunakan kontrol kostumais OLE (OCXs) — komponent perangkat lunak yang dapat digunakan kembali yang ditetapkan dengan spesifikasi OLE. Pada versi ini diperkenalkan: Class, OXC’s, dan programmer dapat membuat add-ins sendiri dengan mudah.
  7. 12 September 1995: Visual Basic versi 4.0 untuk MS-DOS, Microsoft Windows NT®, dan Windows 95 diumumkan. Untuk meningkatkan edisi Standard dan Professional, maka Edisi Enterprise yang baru diperkenalkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan team pengembang. Semua versi menyertakan dukungan teknologi OLE yang lebih dikembangkan, perbaikan akses data, sebuah lingkungan pengembangan yang bersifat visual, dan migrasi ke Windows 95 dan Windows NT untuk aplikasi-aplikasi yang sudah ada.
  8. 7 Desember 1995: Microsoft mengumumkan Microsoft Visual Basic Scripting Edition (VBScript), sebuah bahasa skrip Internet berbasiskan pada Visual Basic. VBScript merupakan sebuah skrip dengan performansi yang tinggi yang didisain untuk membuat isi yang bersifat aktif pada suatu situs. VBScript membolehkan pengembang untuk mengaitkan dan mengotomatiskan berbagai jenis object di halaman situs, termasuk object OLE. VBScript menjadi sebuah spesifikasi yang diusulkan berlisensi gratis yang tersedia bagi komunitas Internet.
  9. 3 Februari 1997: Microsoft membuka sistem pemrograman Visual Basic versi 5.0, Edisi Professional — tool versi terakhir yang paling terkenal di dunia untuk membangun aplikasi yang tangguh (Rapid Application Development RAD) tool. Fitur-fitur Visual Basic versi 5.0 terdiri dari sejumlah performansi yang signifikan dan peningkatan produktivitas yang akan membuat para pengembang lebih efisien dan fleksibel serta cepat dalam memberikan solusi bagi pengguna akhir. Fitur-fitur tingkat lanjut — seperti kompilasi berjenis native code, akses database berkecepatan tinggi, dan sebuah lingkungan pengembangan yang ditingkatkan — membuat Visual Basic versi 5.0 menjadi versi yang paling hebat. Sebagai tambahan, kemampuan teknologi pembuatan komponen Microsoft ActiveX® di Visual Basic versi 5.0 akan membolehkan lebih dari 3 juta pengembang menggunakan Visual Basic dalam membuat aplikasi yang berbasis pada komponen yang bertujuan untuk digunakan di Internet, intranets, dan lingkungan tradisional client/server.
  10. 10 Maret 1997: Versi terakhir yang dirilis dari Visual Basic 5.0, Edisi Pembuatan Kontrol tersedia. Edisi Pembuatan Kontrol adalah cara mudah untuk membuat ActiveX Controls bagi Internet, intranets, dan aplikasi client/server.
  11. 15 Juni 1998: Microsoft mengumumkan Visual Basic versi 6.0, dan dimasukkan ke dalam Microsoft Visual Studio® versi 6.0. Fitur-fitur Visual Basic versi 6.0 menyediakan pengaksesan data secara terintegrasi dan bersifat grafis ke sumber data (data source) ODBC atau OLE DB manapun, dan perangkat tambahan database yang didisain untuk database Oracle dan Microsoft SQL Server™. Fitur unggulan di versi ini adalah: ActiveX Data Objects (ADO) untuk memanipulasi dan membuat database. Fitur Pengembangan Situs membawa kemudahan dalam penggunaan, model pemrograman berbasis komponen dari Visual Basic untuk membuat HTML – dan Dynamic HTML (DHTML) – berbasis aplikasi. Fitur-fitur baru ini — dikombinasikan dengan optimisasi performansi, pengembangan aplikasi yang disederhanakan dan debugging, dan dukungan untuk Microsoft teknologi server — membuat Visual Basic versi 6.0 sebuah pilihan yang ideal untuk membangun aplikasi berskala perusahaan.
  12. 2 September 1998: Visual Studio 6.0, solusi tool pengembangan lengkap berskala perusahaan tersedia. Visual Studio 6.0 menyertakan Visual Basic versi 6.0, Microsoft Visual C++®, Microsoft Visual FoxPro®, Microsoft Visual InterDev® Web, dan Microsoft Visual J++®. Bersamaan dengan diluncurkannya Developer Days ’98, lebih dari 115 perusahaan papan atas mengumumkan dukungan terhadap Visual Studio 6.0.
  13. 28 April 1999: Lingkungan pengembangan VBA versi 6.0 dan Software Development Kit (SDK) VBA (SDK) versi 6.0 tersedia bagi vendor perangkat lunak pihak ketiga melalui program lisensi VBA. VBA 6.0 merupakan sebuah teknologi pengembangan yang tangguh untuk aplikasi yang dikemas secara kostumais dan merupakan sebuah komponen utama di Microsoft Office 2000.
  14. 15 Februari 2000: Steve Ballmer, presiden yang baru saja ditunjuk dan CEO dari Microsoft Corporation, berbicara kepada lebih dari 2.000 pengembang dalam pidatonya pada Visual Basic Insiders Technical Summit (VBITS), menyatakan visi Microsoft terhadap situs yang dapat diprogram dan memaksa kembali komitmen perusahaan yang dalam terhadap para pengembang Visual Basic.
  15. 11 Juli 2000: Microsoft menyampaikan Tool Platform .NET untuk XML Web Services. Dalam pidatonya yang ditujukan pada acara Microsoft Professional Developers Conference (PDC) 2000 yang kedelapan, Paul Maritz, wakil presiden kelompok dari Platforms Group di Microsoft, memperlihatkan Microsoft .NET Framework dan Microsoft Visual Studio .NET. Ini merupakan versi terakhir dari perangkat pengembangan yang digunakan di seluruh dunia, Visual Studio .NET menyediakan dukungan untuk pengembangan drag-and-drop terhadap XML Web Services. Secara bersama, kedua produk tersebut menyediakan produktivitas yang tinggi kepada para pengembang, suatu lingkungan yang terdiri dari banyak bahasa untuk pembangunan, pengantaran, dan pengintegrasian XML Web Services pada platform Microsoft .NET.
  16. 13 November 2000: Microsoft mengumumkan kemampuan Visual Studio .NET versi Beta 1. Dalam pidato acara COMDEX/Fall 2000, Bill Gates mengumumkan kemampuan versi beta pertama Visual Studio.NET dan .NET Framework, dua teknologi kunci untuk memungkinkan para pengembang membangun XML Web services pada platform .NET. XML Web services merupakan aplikasi dan komponen yang dibuat tersedia melewati situs dengan menggunakan XML dan Simple Object Access Protocol (SOAP), dan kunci yang dapat diprogram untuk membangun generasi masa depan Internet. Microsoft membuat Visual Studio .NET Beta 1 dan .NET Framework tersedia bagi jutaan pelanggan dan rekanan industri.
  17. 13 Februari 2002: Microsoft mengumumkan kemampuan dari Visual Studio .NET versi akhir.

Ringkasan Versi:

  1. Visual Basic 1.0: 1991
  2. Visual Basic 2.0: 1992
  3. Visual Basic 3.0: 1993
  4. Visual Basic 4.0: 1996
  5. Visual Basic 5.0: 1997
  6. Visual Basic 6.0: 1998
  7. Visual Basic 7.0: 2003
  8. Visual Basic 8.0: 2005
  9. Visual Basic 9.0: 2008
  10. Visual Basic 10.0: 2010

Jumat, 07 Mei 2010

Proposal Tugas Akhir Manajemen Informatika

http://rapidshare.com/files/432142825/presentasi_koeee.pptx

SISTEM INFORMASI STOK OBAT
DI POLIKLINIK PG. GONDANG BARU KLATEN


Proposal untuk Tugas Akhir D-3
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Ahli Madya D3
Jurusan Manajemen Informatika




Diajukan oleh :

Nafiul Mustaqim
0724100190




Kepada
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN
April 2010



SISTEM INFORMASI STOK OBAT
DI POLIKLINIK PG. GONDANG BARU KLATEN

Diajukan Oleh
Nafiul Mustaqim
0724100190

Telah Disetujui Oleh
Pembimbing 1


Drs. Mahmud Yusuf, M.Kom Tanggal : ……………………..
NIP. 196508081991031001

Pembimbing II


Fajar Budi Hartono, ST. ,M.Eng Tanggal : .……………………
NIP. 690 929 299

Mengetahui
Ketua Jurusan



Hendro Joko Prasetyo, M. Kom Tanggal : …………………………
NIP. 690 903 276





A. Latar Belakang Masalah
Era persaingan bebas seperti sekarang ini, kecepatan pengolahan dan penyampaian informasi memiliki peran yantg sangat penting bagi setiap perusahaan, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki tingkat rutinitas yang tinggi dan memiliki data yang harus diolah।
Banyaknya data maupun informasi yang harus diolah oleh suatu perusahaan tidak memungkinkan jika dilakukan dengan menggunakan cara-cara manual. Pengolahan data yang jumlahnya cukup banyak memerlukan suatu alat bantu yang memiliki tingkat kecepatan perhitungan dan penyampaian data yang tinngi. Alat bantu tersebut berupa suatu perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software).
PG. Gondang Baru Klaten merupakan suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang penggilingan tebu memiliki komitmen kuat untuk mensejahterakan dan menjaga kesehatan karyawannya. Untuk itu PG. Gondang Baru Klaten menyediakan sebuah poliklinik. Poliklinik tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk karyawan perusahaan saja tetapi juga untuk semua keluarga dari karyawan tersebut. Maka dari itu poliklinik PG.Gondang Baru Klaten memiliki rutinitas yang sangat tinggi, sehingga akan menghasilkan data maupun informasi yang jumlahnya sangat banyak.
Pelayanan kesehatan di poliklinik PG.Gondang Baru Klaten tidak hanya melakukan pemeriksaan saja tetapi juga meliputi pelayanan obat di bagian polikliniknya, untuk itu diperlukan suatu sistem pendukung yang memadai terutama untuk mengetahui stok dan transaksi obat keluar tersebut.Obat adalah kebutuhan utama bagi para pasien sehinnga harus selalu tersedia di PG. Gondang Baru Klaten. Akan tetapi proses pencatatan stok obat di poliklinik tersebut masih dilakukan secara manual sehingga diperlukan waktu yang lama untuk melakukan pengecekan stok obat. Oleh karena itu sebenarnya Poliklinik PG. Gondang Baru Klaten membutuhkan suatu system atok obat yang cepat dan akurat sehingga proses kerja di bagian poliklinik menjadi lebih eofektif dan efisien.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian bidang persediaan obat pada sebuah poliklinik dengan meilih judul “Sistem Informasi Stok Obat di Poliklinik PG. Gondang Baru Klaten”.
1. Rumusan Masalah.
Berdasarkan dari latar belakang masalah tersebut, maka penulis ingin mengetahui bagaimana sistem informasi stok obat di PG. Gondang Baru yang dapat menangani ketersediaan obat di poliklinik tersebut?.
2. Batasan Masalah
Untuk menghindari kesalahpahaman dan meluasnya masalah yang akan diteliti, maka penulis membatasi atau memfokuskan masalah yang berkaitan dengan sistem informasi stok obat di poliklinik PG. Gondang Baru Klaten yaitu:
a) Sistem ini hanya membahas tentang stok obat di poliklinik PG. Gondang Baru Klaten.
b) Sistem ini hanya akan mempelajari tentang proses masuk dn keluarnya suatu obat.
c) Sistem ini tidak menangani laporan keuangan dari hasil transaksi obat.
3. Keaslian Penelitian
Pengetahuan penulis tentang masalah ini belum pernah diteliti dan diaplikasikan pada lembaga pendidikan komputer manapun, terbukti belum adanya sistem informasi stok obat di PG. Gondang Baru Klaten. Hal inilah yang menarik penulis untuk membuat sistem tersebut untuk mengetahui stok obat di poliklinik PG. Gondang Baru Klaten.
4. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu :
a) Bagi Penulis.
1) Sebagai syarat untuk memenuhi penyusunan tugas akhir guna mendapatkan gelar diploma tiga dari program studi Manajemen Informatika di Unwidha Kleten.
2) Menambah pengalaman dan keterampilan sehingga dapat mengembangkan bakat dan kreatifitas.
3) Dapat membuktikan sejauh mana kemampuan dan keterampilan dibangku kuliah dengan cara praktik langsung secara nyata.
4) Membangun kemandirian dan rasa percaya diri.
b) Arti Penting Kerja Praktek bagi Unwidha
1) Menciptakan kerjasama antara perguruan tinggi dengan lembaga lainnya dalam melaksanakan pembangunan.
2) Perguruan tinggi akan lebih mantap dalam pengisian ilmu atau pendidikan kepada mahasiswa dengan adanya umpan balik sebagai integrasi mahasiswa dengan masyarakat terutama instansi atau lembaga.
c) Bagi Instansi
1) Pemantauan stok obat di poliklinikPG.Gondang Baru Klaten tidak lagi dilakukan secara manual.
2) Proses pengadaan stok obat di poliklinik akan menjadi lebih efektif dan efisien dengan adanya suatu sistem.
3) Dapat menghasilkan suatu sistem yang tepat sehingga dapat di pakai di poliklinik tersebut.
B. Tujuan Penelitian
Adapun yang ingin dicapai oleh penulis yaitu:
1. Untuk mengatasi pemantauan stok obat yang masih dilakukan secara manual di poliklinik PG. Gondang baru Klaten
2. Meningkatkan efisiensi dan efektivutas kerja poliklinik.
3. Merancang sistem informasi stok obat di poliklinik PG. Gondang Baru Klaten sehingga dapat dimanfaatkan oleh perusahaan.
C. Tinjauan Pustaka
Dengan teknologi yang semakin maju, tentunya hampir seluruh kegiatan manusia menggunakan komputer. Namun saat ini untuk proses pemantauan stok obat di poliklinik PG. Gondang baru Klaten masih dilakukan dengan cara manual atau secara arsib tertulis. Hal ini mengakibatkan suatu proses kerja yang tidak efektif dan efisien, karena jika ada suatu arsib yang hilang maka akan menjadikan suatu pekerjaan yang rumit.
Dengan memperhatikan masalah-masalah yang ada maka penulis berniat membuat sistem informasi stok obat di poliklinik PG.Gondang Baru Klaten dengan maksud untuk lebih dapat membantu khususnya dalam proses pemantauan stok obat di poliklinik. Dengan adanya sistem informasi ini diharapkan proses pemantauan stok obat dapat berjalan dengan efektif dan efisien serta memudahkan dalam proses kerjanya.
1. Gambaran perusahaan
Gula marupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, dengan maningkatnya kebutuhan akan gula ini maka Indonesia banyak mendirikan pabrik gula yang diharapkan dapat mencukupi kebutuhan didalam negeri. Maka produk gula ini perlu ditingkatkan untuk memperoleh biaya operasi yang makin kecil dan juga tata kelola laporan yang makin efisien, sehingga akan terwujudnya tujuan pabrik Gula Gondang Baru.
a) Sejarah dan Perkembangan Pabrik Gula Gondang Baru Klaten.
Pabrik Gula Gondang Baru didirikan tahun 1860 oleh NV. Klatensch Cultuur maatschapiji yang berkedudukan di Amsterdam Belanda, dengan nama Pabrik Gula Gondang Winangoen. Pengelolaanya diserahkan kepada NV. Mirandolle Vante and Co yang berkedudukan di semarang.
Pada tahun 1930-1935 terjadi krisis ekonomi dunia yang mengakibatkan pabrik ini terhenti. Pabrik ini diaktifkan kembali oleh 2 orang belanda yaitu Boerman dan M.F.H Bremmers pada tahun 1935-1942.
Pada tahun 1942-1945 jepang menduduki Indonesia, sehingga pabrik inipun dikuasai jepang. Pimpinan pabrik di pegang oleh orang jepang bernama Niskio dan Inogaki dibantu M.F.H Bremmers.
Setelah terjadi Revolusi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, pabrik gula ini dapat dikuasai oleh Bangsa Indonesia dan kemudian dikelola Badan Penyelenggara Perusahaan Gula Negara (BPPGN) selama 3 tahun, yaitu tahum 1945-1948 di bawah pimpinan Doekoet, selanjutnya pada tahun 1948 kegiatan pabrik dihentikan karena ada clash kedua. Baru pada tahun 1950 pabrik mulai giling kembali.
Bulan Desember 1957 pemerintah RI melakukan Nasionalisasi terhadap semua pabrik gula milik Belanda, termasuk PG. Gondang Winangoen dan pengawasannya diserahkan kepada Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Unit Semarang A di bawah pimpinan Bapak R. Soepeno dari tahun 1957-1960 dan PG. Gondang Winangoen diganti dengan nama PG. Gondang Baru PT.
Dengan adanya Peraturan Pemerintah no. 164 tanggal 1 Juli 1964 G. Gondang Baru PT dimasukkan dalam wilayah PPN Jawa Tengah V di Solo dan berganti nama menjadi PG Gondang Baru. Peraturan Pemerintah no. 14 tahun 1968 membubarkan PPN Jawa Tengah V dan selanjutnya dibentuk Perusahaan Nasional Perkebunan (PNP) XVI yang berkedudukan di Solo, dan PG Gondang Baru masuk dalam lingkupan PNP XVI.
Tanggal 1 April 1981 dikeluarkan Peraturan Pemerintah no. 11 tahun 1981 yang isinya membubarkan PNP XVI dan digabungkan dalam PT. Perkebunan (PTP) XV (PERSERO) menjadi PTP XV-XVI (PERSERO).
Tahun 1995 PTP XV-XVI bergabung dengan PTP XXI-XXII Surabaya. Akhirnya pada bulan Juni 1996 PTP XV-XVI bergabung dengan PTP XVIII menjadi satu PTP yaitu PTP Nusantara IX (PERSERO).
b) Struktur Organisasi
PG. Gondang Baru dipimpin oleh Administratur yang bertanggung jawab kepada Direksi PT. Perkebunan Nusantara IX (PERSERO). Adapun tugas dan tanggung jawabnya sebagai berikut:
1) Melaksanakan kebijaksanaan perusahaan yang telah ditentukan Direksi.
2) Melaksanakan kebijaksanaan perusahaan dalam rangka melaksanakan tugas dan tanggung jawab selaku pimpinan pabrik.
3) Melaksanakan hubungan kerja vertical dengan pimpinan maupun bawahannya.
4) Membuat laporan kerja.
5) Memimpin, mengkoordinir, mengarahkan cara kerja bawahannya dalam melaksanakan kebijakan yang telah ditentukan.
6) Bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dalam mencapai tujuan.
Dalam melaksanakan tugasnya Administratur dibantu oleh empat Kepala Bagian yaitu:
a. Kepala Administrasi Keuangan dan Umum (AKU)
Bertanggung jawab mengelola keuangan perusahaan, dengan tugas utamanya yaitu:
1) Melaksanakan fungsi manajemen bagian Aku (manajemen keuangan dan personalia.
2) Mengkoordinir pelaksanaan pekerjaan dibidang administrasi keuangan dan umum.
3) Melaksanakan koordinasi dengan lain bagian untuk menjamin kelancaran tugas lintas bagian.
4) Bertanggung jawab atas semua hasil kinerjanya kepada atasan langsung (ADM).
Kepala AKU membawahi empat seksi yaitu:
1) Staf Keuangan dan Tata UsahaHasil.
2) Staf Pembukuan dan Tata Usaha Gudang Finansial (TUGF).
3) Staf Sumber daya Manusia an Umum, Agrowisata dan BP.
4) Staf Gudang dan Material.
b. Kepala Tanaman
Bertanggung jawab atas tersedianya bahan baku dalam proses produksi, dan mempunyai tugas sebagai berikut:
1) Menentukan program kerja untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
2) Bertanggung jawab atas kualitas tanaman tebu, meliputi; penyediaan bibit, pengolahan tanah, pemeliharaan tanaman dan penebangan tebu.
3) Merencanakan jumlah hasil panen tebu dalam setiap musim tanam, tingkat redimen tebu, merencanakan waktu dan lamanya hari giling.
c. Kepala Instalasi
Bertanggung jawab atas persiapan dan kelancaran jalannya mesin atau alat proses, baik perusahaan dalam masa giling maupun dalam keadaan perawatn mesain. Kepala Instalasi mempunyai tugas utama yaitu:
1) Mengkoordinir cara kerja pegawainya.
2) Meningkatkan keahlian para pegawainya.
3) Membantu jalannya produksi secara keseluruhan terutama yang berhubungan dengan mesin pabrik.
d. Kepala Pengolahan
Bertanggung jawab atas proses pembuatan gula, juga memantau kualitas gula yang dihasilkan. Dalam pelaksanaan tugas dibantu oleh Ahli Kimia (Chemicer) yang bertanggung jawab atas laboratorium dan kelancaran giling. Adpun tugas utamanya adalah:
1) Melaksanakan kegiatan teknik perasional dalam bidang pengolahan baik teknis, administrasi, mauun financial guna menjamin kelanancaran proses produksi sehingga memperoleh hasil yang memenuhi persyaratan, baik kualitas maupun kuantitas.
2) Memberikan saran umpan balik dan pendapat mengenai persoalan bidang pengolahan sebagai bahan pertimbangan usaha pabrik.
3) Mengkoordinir serta mengawasi segala kegiatan teknologi selama masa giling dan diluar masa giling.
D. Landasan Teori
Berdasarkan tinjauan pustaka yang ada dalam proposal ini, sehingga dapat diperoleh beberapa pemahaman sebagai landasan teori diantaranya :
1. Konsep Sistem Informasi
Terdiri dari tiga konsep yaitu :
a) Sistem
Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. (Erwan Arbie, 2000, 5).
Sistem adalah hubungan atau interaksi yang berlangsung diantara satu kesatuan ataupun komponen secara teratur sehingga tujuan maupun sasaran sistem dapat dicapai. (Jogiyanto, HM, 2002, 5)
b) Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi sipenerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang. (Erwan Arbie, 2000, 6).
Informasi adalah sejumlah data yang telah diproses dengan baik dan berguna bagi pemakainya. Disebut informasi apabila data tersebut yang telah diproses sesuai dengan kebutuhan pemakainya. (Jogiyanto. HM, 2002, 11).
c) Sistem Informasi
Sistem informasi adalah sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, membantu dan mendukung kegiatan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu mempermudah penyediaan laporan yang diperlukan. (Erwan Arbie, 2000, 35).
Sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya. (Tafri D. Muhyuzir, 2001, 8).
2. Konsep Sistem Stok Obat
Ada tiga konsep yang dimaksud dengan sistem ini, antara lain :
a) Stok
Stok merupakan segala sesuatu atau sumber daya organisasi yang disimpan guna untuk antisipasi memenuhi kebutuhan atas permintaan.
b) Obat
Menurut PerMenKes 917/Menkes/Per/x/1993, obat (jadi) adalah sediaan atau paduan-paduan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki secara fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi.
Obat merupakan sediaan atau paduan bahan-bahan yang siap untuk digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan, kesehatan dan kontrasepsi (Kebijakan Obat Nasional, Departemen Kesehatan RI, 2005).
c) Sistem Stok Obat
Sistem stok obat adalah suatu struktur interaksi antara manusia, peralatan, metode-metode, dan pengendalian yang disusun untuk mencapai tujuan-tujuan seperti berikut ini :
1) Mendukung pekerjaan rutin dalam berbagai pengendalian stok obat.
2) Mendukung persiapan stok obat.
Sistem stok obat berguna untuk mencatat data yang berhubungan dengan stok obat, yaitu transaksi pembelian, dan pengeluaran obat, dan untuk mengetahui jumlah stok obat yang masih tersdia.
E. Metode Penelitian
Untuk mempermudah penulis dalam mendapatkan data yang dibutuhkan maka penulis menggunakan metode sebagai berikut :

1. Bahan atau Materi Penelitian
Dalam penyampaian proposal ini penulis menggunakan beberapa bahan atau materi yang akan dibahas dalam penyelesaian proposal ini. Untuk menyelesaian proposal ini penulis juga menggunakan data-data, diantaranya data yang bersangkutan dengan masalah yang akan dibahas. Data tersesebut diperoleh langsung dari sumber utama yang berkaitan langsung dengan penulis yaitu Poliklinik PG. Gondang Baru sebagai bahan penelitian.
2. Alat-alat Penelitian
Sistem Informasi ini dibuat dengan menggunakan 1 unit komputer yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yaitu terdiri dari :
a) Perangkat Keras
Adapun perangkat keras yang digunakan penulis dalam penelitian dan penyususnannya diantaranya:
1) Prosesor : Intel Pentium 4 CPU, 2.00 GHz
Merupakan Prosesor Pentium 4 yang memiliki kecepatan 2.00 GHz.
Prosesor ini berfungsi untuk memproses semua perhitungan maupun program yang harus dijalankan oleh computer.
2) RAM 512 MB Visipro
Merupakan perangkat keras (memori) yang berfungsi menyimpan data sementara pada saat computer dinyalakan dengan kapasitas 512 MB.
3) Hardisk 80 GB
Fungsinya hampir sama dengan memori namun hardisk menyimpan data secara permanen dengan kapasitas penyimpanan 80 GB.
4) Monitor Samsung 15”
Berfungsi untuk menampilkan pencahayaan yang berupa gambar, tulisan, grafis, dan lain sebagainya yang ada dalam komputer.

5) CDRW Samsung 52x
Merupakan alat yang digunakan untuk membaca data dalam disk magnetic, namun bukan hanya membaca ini juga dapat digunakan untuk menulis kedalam disk magnetic tersebut.
6) Mouse Optik Comic.
Digunakan untuk mengatur posisi kursor pada layer dengan menggunakan sinar infrared
7) Keyboard Comic.
Digunakan untuk mengetik tulisan.
8) Printer Canon ip 1880.
Merupakan perangkat tambahan yang berfungsi mencetak data berupa tulisan maupun gambar.
b. Perangkat Lunak
untuk melakukan penelitian ini maka penulis memakai beberapa Software
1) Microsoft Visual Basic : sebagai bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat suatu program komputer.
2) Microsoft office acces 2003 : sebagai database dalam sistem informasi yang dibuat.
3) Microsoft office word 2007 : sebagai sarana untuk penyusunan penelitian.
3. Jalan Penelitian
Untuk memperoleh data yang diperlukan, penulis menggunakan beberapa metode yang dapat mempercepat dan mempermudah penelitian ini yaitu :
a) Observasi
Penulis melakukan survei dan pengamatan langsung melalui penelitian pada PG. Gondang Baru Klaten khususnya di bagian poliklinik untuk memperoleh data-data primer beserta informasinya.


b) Wawancara
Penulis memperoleh data melalui wawancara langsung dengan karyawan PG. Gondang Baru Klaten ataupun dengan pihak-pihak yang terkait dengan pokok permasalahan yang diteliti agar kelengkapan data lebih baik.
c) Analisis Dokumen
Penulis menganalisis dokumen-dokumen yang dipakai pada sistem yang sedang berjalan seperti mengumpulkan format-format data masukkan, data keluaran, formulir-formulir laporan, serta brosur-brosur lainnya yang dianggap perlu sebagai dasar untuk merancang yang lebih baik.
4. Desain Sistem
Yang akan dilakukan penulis dalam proses design pembuatan Sistem Informasi Stok Obat di Poliklinik PG. Gondang Baru Klaten antara lain:
a) Membuat desain alat bantu arsitektur sistem yang berupa kamus data.
b) Membuat desain arsitektur sistem, yakni :
1) Diagram konteks (Context Diagram).
2) Zero Overview Data Flow Diagram (DFD level 0).
3) Zero Flow Diagram (DFD level Rinci).
c) Membuat desain database, yakni :
1) Entity Relationship Diagram (ERD).
2) Desain file.
3) Normalisasi.
4) Relationship Table.
5) Diagram alis system.
d) Membuat desain interface yang berupa form-form input data dan rancangan output yang akan dihasilkan sistem.



















DAFTAR PUSTAKA

Fathansyah, Ir, 2002, Basis Data , Informatika, Bandung.
Hadi, Rahadian, Pemrograman Microsoft Visual Basic, PT। Elex Media Komputindo, Jakarta, 2001.

Kadir, A., 2003, Pengenalan Sistem Informasi , Edisi 1, Penerbit Andi, Yogyakarta

Notoatmodjo, S., 1997, Ilmu Kesehatan Masyarakat , Rineka Cipta, Jakarta.
Nugroho, Bunafit dan Indah Indriyana., 2007, Membuat Aplikasi Database SQL Server dengan Visual Basic 6.0 , Gava Media, Yogyakarta

Oetomo, B.S.D., 2002, Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi , Andi Yogyakarta, Edisi Ke-3, Yogyakarta.

Petroutsos, Evangelos, Pemrograman Database dengan Visual Basic 6.0, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta:2002

Rijanto Tosin, 2003, Cara Mudah belajar Access 2003 , indra Eka Putra, Jakarta.

Swasta, Basu. , 1998 , Manajemen Penjualan , DDFE, Jogyakarta.
Wikipedia, Ensiklopedia Bebas Berbahasa, http://www.id.wikipedia.org , diakses
pada tanggal 20 April 2010.

Kamis, 15 April 2010

Peraturan Futsal

Bak jamur di musim banjir, futsal dan lapangan futsal menjadi permainan dan tempat yang sangat mudah kita temukan, baik di kota-kota besar seperti jakarta ataupun kota/kabupaten2 di seluruh wilayah nusantara ini.

Sebenernya tulisan ini hanyalah meneruskan alias copy paste dari tulisan yang sudah ada, yaitu tulisan dari beliau Bpk. H. Hatta H. Roeslan dan beliau Bapak Puji Suprayitno dan di produksi oleh Difamata Sport E.O. Inilah tulisan itu, selamat membaca dan meng-COPAS:

PERATURAN PERMAINAN FUTSAL FIFA

PERATURAN 1


LAPANGAN

UKURAN

Lapangan harus berbentuk bujur sangkar. Garis samping pembatas lapangan harus lebih panjang dari garis gawang:

Panjang : Minimal 25 m

Maksimal 42 m

Lebar : Minimal 15 m

Maksimal 25 m

Ukuran Pertandingan Internasional:

Panjang : Minimal 38 m

Maksimal 42 m

Lebar : Minimal 18 m

Maksimal 22 m

TANDA LAPANGAN

* Lapangan ditandai dengan garis. Garis tersebut termasuk garis pembatas lapangan. Garis yang lebih panjang disebut garis samping (touched line) dan yang lebih pendek disebut garis gawang (goal line).
* Lebar garis pembatas 8 cm.
* Lapangan dibagi menjadi dua dan diberi garis tengah.
* Titik tengah ditandai pada garis setengah lapangan dan lingkaran pada titik tengah dibuat dengan radius 3 m.

DAERAH PINALTI

Daerah Pinalti ditandai pada masing-masing ujung lapangan sebagai berikut:

* Seperempat Lingkaran, dengan radius 6 m, ditarik sebagai pusat diluar dari masing-masing tiang gawang.
* Seperempat lingkaran digambarkan garis pada sudut kanan hingga garis gawang dari luar tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan dengan garis sepanjang 3,16m berbentuk paralel/sejajar dengan garis gawang antara kedua tiang gawang tersebut.

TITIK PINALTI

* Titik Pinalti Pertama digambarkan 6 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.

TITIK PINALTI KEDUA

Titik pinalti pertama digambarkan di lapangan 10 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.

TENDANGAN SUDUT

Seperempat Lingkaran dengan radius 25 cm ditarik di dalam lapangan dari setiap sudut.

DAERAH PERGANTIAN PEMAIN

Daerah pemain cadangan terletak pada samping lapangan dengan tempat duduk tim di kedua sisi yang sama sehingga mempermudah untuk pergantian pemain.

Daerah pergantian pemain terletak depan tempat duduk pemain cadangan dan dengan panjang 5 m. Daerah ini ditandai pada masing-masing sisi dengan garis yang memotong garis samping, dengan lebar garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm digambarkan didalam lapangan dan 40 cm diluar lapangan.

Daerah Bebas berjarak 5 m dari garis tengah dan garis samping. Daerah bebas ini, secara langsung didepan pencatat waktu dan harus tetap dalam keadaan kosong dan bebas pandangan.

GAWANG

Gawang harus ditempatkan pada bagian tengah dari masing-masing garis gawang. Gawang terdiri dari dua tiang gawang (goal post) yang sama dari masing-masing sudut dan dihubungkan dengan puncak tiang oleh palang gawang secara horizontal (cross bar).

Jarak antar tiang ke tiang gawang 3 m dan jarak dari ujung bagian bawah tanah ke palang gawang adalah 2 m.

Kedua tiang gawang dan palang gawang memiliki lebar dan dalam yang yang sama yakni 8 cm. Jaring dapat dibuat dari nilon yang diikat ke tiang gawang dan palang gawang dibahagian belakang yang diberi beban.

KESELAMATAN

Gawang boleh dipindahkan, tetapi harus dipasangkan secara aman selama permainan.

PERMUKAAN LAPANGAN

Permukaan lapangan harus mulus, rata dan tidak kasar. Disarankan penggunaan kayu atau lantai parkit, atau bahan buatan lainnya. Yang harus dihindari adalah penggunaan bahan dari beton atau korn blok.

KEPUTUSAN DAN PENEGASAN

KEPUTUSAN 1

Jika garis gawang antara 15 hingga 16m, maka radius seperempat lingkaran hanya diukur sebesar 4m. Dalam hal ini, tanda titik pinalti tidak lagi ditempatkan pada garis yang dibatasi daerah pinalti, tetapi berada tetap pada jarak 6m dari titik tengah antara posisi kedua tiang gawang.

KEPUTUSAN 2

Penggunaan lapangan yang datar dan berumput alami, atau rumput buatan diperbolehkan hanya untuk pertandingan lokal, tetapi tidak untuk pertandingan-pertandingan yang bersifat Nasional dan Internasional.

KEPUTUSAN 3

Tanda/titik dapat digambarkan di luar lapangan, 5 m dari busur pojok pada sudut kanan dan kiri dari garis gawang untuk memastikan bahwa jarak ini dapat diamati apabila tendangan sudut dilakukan. Lebar tanda/titik ini adalah 8 cm.

KEPUTUSAN 4

Tempat duduk pemain cadangan, berada dibelakang garis pembatas lapangan tepat disamping daerah bebas yang berada di depan meja pencatat waktu.

PERATURAN 2

BOLA

KUALITAS DAN UKURAN

Bola harus :

* Berbentuk bulat.
* Terbuat dari kulit atau bahan lainnya.
* Minimum diameter 62 cm dan maximum 64 cm.
* Berat bola pada saat pertandingan dimulai minimum 400 gram dan maximum 440 gram.

* Tekanannya sama dengan 0,4 – 0,6 atmosfir (400 – 600 g/cm³).

PENGGANTIAN BOLA RUSAK

Jika bola pecah atau rusak dalam suatu pertandingan:

* Pertandingan dihentikan sementara.
* Pertandingan dimulai kembali dengan menjatuhkan bola pengganti di tempat dimana bola pertama tersebut rusak.

Jika bola pecah atau menjadi rusak ketika bola tidak dalam permainan pada saat permainan dimulai, tendangan gawang, tendangan pojok, tendangan bebas, tendangan pinalti atau tendangan ke dalam :

* Pertandingan dimulai kembali sesuai dengan peraturan biasa.
* Bola tidak dapat diganti selama pertandingan tanpa ijin dari wasit.

KEPUTUSAN 1

Bola dari kulit laken/bulu (felt ball) tidak diperbolehkan.

KEPUTUSAN 2

Bola tidak diperbolehkan memantul kurang dari 55 cm dan tidak boleh lebih dari 65 cm pada pantulan pertama ketika dijatuhkan dari ketinggian 2 m. Dalam suatu pertandingan atau kompetisi, hanya bola-bola yang memenuhi persyaratan teknis minimal yang diatur dalam Peraturan No.2 diperbolehkan untuk digunakan.

Dalam suatu pertandingan atau kompetisi FIFA dan pertandingan lainnya di bawah pengawasan konfederasi, penggunaan bola Futsal tergantung pada tiga logo persyaratan yang tercantum pada bola:

Logo resmi “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” atau Referensi “International Match Ball Standard”

Logo yang tertera pada bola menyatakan bahwa bola tersebut telah diuji secara resmi dan sesuai dengan persyaratan teknis, masing-masing kategori beda spesifikasi yang diatur dalam Peraturan No.2, daftar persyaratan tambahan ditentukan pada setiap kategori dikeluarkan oleh FIFA. Institusi yang ditunjuk oleh FIFA yang akan melaksanakan pengujian tersebut.

Asosiasi Nasional dapat menyetujui penggunaan bola yang akan digunakan untuk kompetisinya sendiri atau pada seluruh kompetisi yang digelar, bola yang digunakan harus memenuhi salah satu dari tiga persyaratan yang telah ditetapkan dari Peraturan No.2

Apabila asosiasi nasional memperbolehkan penggunaan bola berlogo “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” untuk kompetisinya sendiri, maka asosiasi nasional juga harus memperkenankan penggunaan bola yang memegang rancangan bebas royalti “Internasional Matchball Standard”.

Didalam kompetisi FIFA dan kompetisi lainnya dibawah pengawasan konfederasi serta asosiasi nasional, tidak diperbolehkan bentuk iklan komersial apapun tertera pada bola tersebut, kecuali untuk plakat kompetisi, penyelenggara kompetisi serta merek dagang pabrik pembuatnya dengan membatasi ukuran dan jumlah tanda-tanda tersebut.

PERATURAN 3

JUMLAH PEMAIN

PEMAIN

Dalam setiap pertandingan dimainkan oleh dua tim, masing-masing tim terdiri dari lima pemain, salah satu diantaranya adalah penjaga gawang.

PROSEDUR PERGANTIAN PEMAIN

Pergantian pemain dapat dilakukan sewaktu-waktu selama pertandingan berlangsung dengan mengikuti peraturan kompetisi resmi yang dikeluarkan oleh FIFA, konfedarasi atau asosiasi.

Jumlah pemain cadangan atau pemain pengganti maximum tujuh orang pemain.

Jumlah pergantian pemain selama pertandingan berlangsung tidak dibatasi. Seorang pemain yang telah diganti dapat masuk kembali kedalam lapangan untuk menggatikan pemain lainnya.

Pergantian pemain dapat dilakukan pada saat bola didalam atau diluar permainan dengan mengikuti persyaratan sebagai berikut:

* Pemain yang ingin meninggalkan lapangan harus melakukannya didaerah pergantiannya sendiri.
* Pemain yang ingin memasuki lapangan harus melakukannya pada daerah pergantiannya sendiri, tetapi dilakukan setelah pemain yang diganti telah melewati batas lapangan.
* Pergantian pemain sangat bergantung kepada kewenangan wasit, apakah dipanggil untuk bermain atau tidak.
* Pergantian dianggap sah ketika pemain pengganti telah masuk lapangan, dimana saat itu pemain tersebut telah menjadi pemain aktif dan pemain yang ia gantikan telah keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.

Penjaga gawang boleh berganti tempat dengan pemain lainnya.

PELANGGARAN DAN SANGSI

Ketika pergantian pemain sedang dilakukan, seorang pemain cadangan masuk lapangan sebelum pemain yang akan digantikannya meninggalkan lapangan secara sempurna maka:

* Permainan dihentikan.
* Pemain yang diganti diperintahkan untuk meninggalkan lapangan.
* Pemain pengganti tersebut diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
* Permainan dimulai kembali dengan melakukan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
* Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dengan posisi bola ketika permainan dihentikan.

Jika pada saat pergantian pemain dilakukan, pemain pengganti masuk lapangan atau pemain pengganti meninggalkan lapangan dilakukan bukan dari tempat atau daerah pergantian pemain yang telah ditetapkan, maka:

* Permainan dihentikan.
* Pemain yang melanggar diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.

Permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.

Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dimana posisi bola berada ketika permainan dihentikan.

KEPUTUSAN 1

Pada permulaan permainan, setiap tim harus bermain dengan lima orang pemain.

KEPUTUSAN 2

Jika dalam suatu pertandingan yang sedang berjalan pemain dikeluarkan, maka pemain yang tersisa kurang tiga pemain (termasuk penjaga gawang), pertandingan harus dihentikan untuk seterusnya.

KEPUTUSAN 3

Ofisial tim boleh berikan instruksi taktik kepada para pemainnya selama pertandingan berlangsung. Tetapi ofisial tim tidak dapat/tidak boleh mencampuri gerakan para pemain dan para wasit, dan harus selalu berlaku dengan yang wajar.

PERATURAN 4

PERLENGKAPAN PEMAIN

KESELAMATAN

Seorang pemain tidak boleh menggunakan peralatan atau memakai apapun yang membahayakan dirinya sendiri atau pemain lainnya, termasuk bentuk perhiasan apapun.

DASAR PERLENGKAPAN

Dasar perlengkapan yang diwajibkan dari seorang pemain adalah:

* Seragam atau kostum.
* Celana pendek – apabila pemain memakai celana dalam stretch pants, warnanya harus sama dengan celana pendek utama.
* Kaos kaki.
* Pengaman kaki (shinguards).
* Sepatu dengan model yang diperkenankan untuk dipakai terbuat dari kain atau kulit lunak atau sepatu gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari bahan yang sejenisnya. Penggunaan sepatu adalah wajib.

SERAGAM ATAU KOSTUM

* Diberi nomor antara 1 – 15 dan harus tampak pada bagian belakang kostum.
* Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya.

Untuk pertandingan Internasional, nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil.

PENGAMAN KAKI (Shinguards).

* Secara keseluruhan pengaman kaki harus ditutup oleh kaos kaki.
* Terbuat dari bahan yang cocok (karet, plastik atau bahan sejenis).
* Harus memberikan tingkat perlindungan yang cukup.

PENJAGA GAWANG

* Penjaga gawang diperkenankan memakai celana panjang, di bagian luar harus di tutup dengan kaos kaki.
* Setiap penjaga gawang memakai warna yang mudah membedakannya dari pemain lain serta wasit.
* Jika seorang pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang, baju yang dipakai penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai pada bagian belakang dengan nomor pemain itu sendiri.

PELANGGARAN DAN SANGSI

Untuk setiap pelanggaran dari Peraturan ini :

* Pemain yang melakukan kesalahan akan diperintahkan oleh wasit untuk meninggalkan lapangan, membetulkan perlengkapannya atau melengkapi salah satu perlengkapan yang hilang atau belum dipakai. Pemain tidak boleh kembali ke dalam lapangan tanpa melapor terlebih dahulu kepada salah seorang wasit, yang kemudian memeriksa perlengkapan pemain tersebut. Pemain diperkenankan masuk kembali, ketika bola berada diluar permainan (when the ball is out of play)

MEMULAI KEMBALI PERTANDINGAN

Jika Wasit hentikan permainan (sementara) untuk berikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning terhadap pemain (yang) melakukan pelanggaran.

* Memulai kembali pertandingan dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan pemain dari tim lawan dari tempat bola berada ketika wasit hentikan permainan

KEPUTUSAN

1. Para pemain tidak boleh memperlihatkan kaos dalam yang memuat slogan atau iklan.

Pemain yang melepaskan baju kaos memperlihatkan slogan atau iklan harus diberikan sangsi oleh pengurus bidang kompetisi.

1. Baju kaos harus pakai lengan.

PERATURAN 5

WASIT

WEWENANG WASIT

Setiap pertandingan dipimpin oleh seorang wasit yang memiliki wewenang penuh untuk memegang teguh Peraturan Permainan sehubungan dengan pertandingan dimana ia telah ditunjuk untuk memimpinnya, terhitung mulai dari saat ia masuk sampai dengan ia meninggalkan lapangan tersebut.

KEKUASAAN DAN TANGGUNG JAWAB WASIT

* Memegang teguh Peraturan Permainan.
* Membiarkan permainan terus berlanjut ketika terjadi pelanggaran pada salah satu tim, namun pada saat yang sama tim yang dilanggar mempunyai kesempatan untuk mencetak gol. Tetapi, jika kesempatan tersebut tidak dapat diraihnya, wasit tetap akan memberikan hukuman kepada tim yang membuat pelanggaran sebelumnya.
* Mencatat hasil pertandingan sebagai bahan laporan pertandingan, termasuk memberikan hukuman terhadap para pemain dan/atau ofisial tim pada insiden lainnya yang terjadi sebelum, selama dan seusai pertandingan.
* Bertindak sebagai pencatat waktu jika ofisial/petugas yang ditetapkan, tidak hadir.
* Menghentikan, menunda atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran peraturan atau yang disebabkan oleh bentuk campur tangan luar.
* Memberikan hukuman terhadap pemain yang salah dan mengeluarkan pemain tersebut.
* Memastikan/menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berkepentingan masuk kedalam lapangan.
* Menghentikan pertandingan jika, menurut pendapatnya, seorang pemain terluka parah dan memastikan bahwa ia dipindahkan dari lapangan.
* Memperkenankan permainan diteruskan hingga bola keluar lapangan permainan jika seorang pemain, menurut pendapatnya, hanya cidera ringan.
* Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi persyaratan dari Peraturan No.2

KEPUTUSAN WASIT

Semua keputusan wasit mengenai fakta yang berhubungan dengan permainan adalah final dan tidak dapat dirubah.

Wasit dan wasit kedua hanya dapat merubah keputusannya, jika menyadari bahwa mereka membuat kesalahan atau jika mereka beranggapan itu perlu dilakukan, asalkan permainan belum dimulai kembali atau pertandingan (belum) diakhiri.

KEPUTUSAN 1

Jika wasit dan wasit kedua, secara bersamaan mengeluarkan sinyal pelanggaran secara bersamaan dan terdapat perbedaan keputusan, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.

KEPUTUSAN 2

Wasit dan wasit kedua, memiliki hak memperingatkan atau mengeluarkan pemain, tetapi jika terjadi perbedaan diantara mereka, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.

PERATURAN 6

WASIT KEDUA

TUGAS

Wasit kedua ditunjuk untuk menjalankan sisi lapangan yang berlawanan dari posisi wasit. Ia juga diperkenankan menggunakan peluit. Wasit kedua membantu wasit untuk mengawasi pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan.

WASIT KEDUA

* Memiliki kekuasaan untuk menghentikan permainan untuk setiap pelanggaran Peraturan.
* Memastikan bahwa pergantian pemain dilakukan dengan baik.

Dalam hal ini sering terjadi dimana tindakan yang diambil wasit kedua tidak sesuai dengan yang telah ditentukan, maka wasit dapat membebas tugaskan wasit kedua dari tugas-tugasnya dan mengatur pergantian wasit kedua. Seusai pertandingan melaporkannya kepada pejabat yang berwenang.

KEPUTUSAN

Penggunaan wasit kedua diwajibkan pada pertandingan Internasional.

PERATURAN 7

PENCATAT WAKTU DAN WASIT KETIGA

TUGAS DAN KEWAJIBAN

Seorang pencatat waktu (Timekeeper) dan adanya wasit ketiga adalah penunjukan. Mereka duduk disisi luar pada pertengahan lapangan, disisi yang sama dengan daerah pergantian pemain. Seorang pencatat waktu dan wasit ketiga dilengkapi dengan jam/pencatat waktu yang sesuai (chronometer) serta peralatan yang diperlukan lainnya untuk mengakumulasi jumlah pelanggaran yang dilakukan, yang disediakan oleh asosiasi atau klub pemilik lapangan.

PENCATAT WAKTU (The Time Keeper)

Memastikan bahwa lama waktu disesuaikan dengan ketentuan Peraturan No.8 dengan:

* Menjalankan jam penghitung/pencatat waktu (chronometer) setelah tendangan permulaan (kick-off).
* Menghentikan jam (chronometer) ketika bola tidak dalam permainan.
* Memulai kembali permainan setelah tendangan kedalam, gol (bola masuk gawang), tendangan sudut, tendangan bebas, tendangan dari titik pinalti atau titik pinalti kedua, waktu time-out atau wasit menjatuhkan bola.
* Memeriksa waktu time-out (waktu sela) satu menit.
* Memeriksa tepat dua menit sewaktu menghukum ketika pemain telah dikeluarkan (send off).
* Menunjukkan akhir dari paruh pertama permainan dan akhir dari pertandingan, akhir dari perpanjangan waktu serta akhir dari time out dengan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dengan yang digunakan oleh wasit.
* Mencatat seluruh time-out yang tersisa bagi masing-masing tim, memberitahukan wasit dan tim dengan benar serta memberikan ijin untuk time-out ketika diminta oleh pelatih kedua tim (Peraturan No.8)
* Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing tim, yang dicatat oleh wasit dalam setiap babak dalam pertandingan dan memberi sinyal ketika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.

WASIT KETIGA

Wasit ketiga membantu mencatat waktu:

* Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing pemain disetiap babak dicatat oleh para wasit dan memberi sinyal jika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
* Mencatat penghentian permainan dan alasan-alasannya.
* Mencatat nomor pemain yang mencetak gol.
* Mencatat nama-nama serta nomor pemain yang mendapat peringatan dan dikeluarkan.
* Memberikan/menyediakan informasi yang relevan mengenai permainan.

Dalam kejadian campur tangan yang tidak pantas/diluar batas dilakukan oleh pencatat waktu atau wasit ketiga, maka wasit akan membebas tugaskan mereka, mengatur penggantinya serta melaporkan kepada pihak atau pejabat yang berwenang, seusai pertandingan.

Dalam hal cidera, wasit ketiga dapat mengganti wasit atau wasit kedua.

KEPUTUSAN 1

Untuk pertandingan Internasional, diwajibkan untuk menggunakan pencatat waktu dan wasit ketiga.

KEPUTUSAN 2

Untuk pertandingan Internasional, jam pencatat waktu (chronometer) yang digunakan harus disesuaikan dengan seluruh fungsi-fungsi yang diperlukan (pencatatan waktu yang tepat, alat untuk mencatat sewaktu menghukum dua menit bagi empat pemain secara serentak/simultaneous), serta memantau pengumpulan kesalahan oleh masing-masing tim selama setiap babak permainan.

PERATURAN 8

LAMANYA PERTANDINGAN

PERIODE PERMAINAN

WAKTU UNTUK TIME-OUT (waktu sela)

Setiap Tim berhak meminta waktu untuk Time-out selama satu menit disetiap babak, kondisi berikut dapat diberlakukan untuk mendapatkan Time-out:

* Para pelatih tim diberikan wewenang meminta kepada pencatat waktu untuk time-out selama satu menit.
* Time-out selama satu menit dapat diminta setiap saat, tetapi hanya diperkenankan jika Tim tersebut memegang bola (menguasai bola).
* Pencatat waktu dapat memberikan ijin untuk time-out ketika bola tidak dalam permainan dengan menggunakan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dari yang digunakan oleh wasit.
* Ketika time-out diberikan, para pemain harus tetap berada didalam lapangan. Jika selama masa time-out itu mereka ingin menerima instruksi dari ofisial tim, cara ini hanya dapat dilakukan hanya pada garis pembatas lapangan (garis samping) – yang sejajar dengan tempat duduk Tim dan pemain cadangan. Ofisial yang memberikan instruksi tidak boleh memasuki lapangan.
* Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, pada babak kedua tim tersebut hanya berhak mendapatkan satu kali time-out.

JARAK WAKTU ISTIRAHAT

Waktu istirahat antar babak tidak boleh lebih dari 15 menit.

KEPUTUSAN DAN PENUGASAN

KEPUTUSAN 1

Jika Pencatat waktu tidak ada, pelatih minta time-out kepada wasit.

KEPUTUSAN 2

Jika peraturan kompetisi menetapkan bahwa perpanjangan waktu dilaksanakan pada akhir dari waktu normal, maka tidak ada time-out selama perpanjangan waktu (extra time) tersebut.

PERATURAN 9

MEMULAI dan MEMULAI KEMBALI PERMAINAN

PENDAHULUAN

Pemilihan tempat diputuskan melalui lemparan koin. Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan gawang yang ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut. Tim lainnya melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan. Tim yang memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai pertandingan dibabak kedua. Pada babak kedua dari pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.

TENDANGAN Permulaan (Kick-off)

Kick-off adalah cara untuk memulai permainan:

* Pada permulaan babak pertama pertandingan.
* Setelah gol tercetak/tercipta.
* Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.
* Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan.
* Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off.

PROSEDUR

* Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
* Bola ditempatkan dititik tengah lapangan.
* Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off.
* Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.
* Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.

Setelah salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya)

PELANGGARAN DAN SANGSI

* Jika penendang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya, maka tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada Tim lawan, dilakukan dari tempat terjadinya pelanggaran.
* Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.
* Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off, maka kick-off

MENJATUHKAN BOLA = BOLA WASIT

Menjatuhkan bola adalah cara untuk memulai kembali pertandingan setelah penghentian sementara, menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang dihentikan bukan karena bola mati. Atau permainan dihentikan bukan karena bola melewati garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan dalam peraturan permainan.

PROSEDUR

Salah seorang Wasit menjatuhkan bola ditempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan, kecuali jika dia dalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini ia menjatuhkan bola tersebut pada garis daerah pinalti, ditempat terdekat dimana bola berada ketika pertandingan dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan ketika bola sudah menyentuh lapangan.

PELANGGARAN DAN SANGSI

Bola dijatuhkan lagi/kembali..

* Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).
* Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.

KETENTUAN KHUSUS

* Tendangan bebas diberikan kepada tim bertahan didalam daerah pinalti sendiri, boleh dilaksanakan dari titik mana saja dalam daerah pinalti.
* Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
* Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti, harus dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.

PERATURAN 10

BOLA DI DALAM DAN DI LUAR PERMAINAN

BOLA DILUAR PERMAINAN

Bola diluar permainan, jika :

* Bola secara keseluruhan melewati garis gawang, apakah menggelinding atau melayang.
* Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit.
* Bola menyentuh langit-langit.

BOLA DIDALAM PERMAINAN

Bola dalam permainan setiap waktu termasuk ketika :

* Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan.
* Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan.

KEPUTUSAN

Ketika pertandingan sedang dimainkan/berlangsung pada lapangan indoor dan secara tidak sengaja bola menyentuh langit-langit, Permainan akan dilanjutkan kembali dengan tendangan kedalam, diberikan kepada lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola. Tendangan kedalam dilakukan dari sebuah titik pada garis terdekat dibawah langit-langit dimana bola menyentuhnya.

PERATURAN 11

CARA MENCETAK GOL

GOL MASUK GAWANG

Kecuali ditentukan lain dari peraturan ini, dapat dikatakan gol ketika keseluruhan bagian dari bola melewati garis gawang antara kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang, asalkan bola tersebut tidak dilemparkan, dibawa atau secara sengaja didorong oleh tangan seorang pemain dari tim penyerang, termasuk penjaga gawang.

TIM PEMENANG

Tim yang mencetak jumlah gol paling banyak selama pertandingan adalah pemenangnya. Jika kedua tim mencetak gol yang sama atau tidak tercetak/tercipta gol, maka pertandingan dinyatakan imbang atau seri.

PERATURAN DAN PERTANDINGAN

Untuk suatu pertandingan yang berakhir seri, peraturan kompetisi boleh menyatakan ketentuan yang menyertakan perpanjangan waktu atau dilakukan tendangan dari titik pinalti untuk menentukan pemenangnya.

PERATURAN 12

KESALAHAN-KESALAHAN dan KELAKUKAN JAHAT

TENDANGAN BEBAS LANGSUNG

Tendangan bebas langsung diberikan kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan salah satu dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu merupakan tindakan yang kurang berhati-hati, kasar atau menggunakan tenaga yang berlebihan :

* Menendang atau mencoba menendang lawan.
* Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.
* Menerjang lawan.
* Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.
* Memukul atau mencoba memukul lawan.
* Mendorong lawan.

Tendangan bebas langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan, jika seseorang pemain melakukan pelanggaran sebagai berikut :

* Memegang lawan.
* Meludah pada lawan.
* Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.
* Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.
* Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.

Tendangan bebas langsung dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.

Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.

TENDANGAN PINALTI

Tendangan pinalti diberikan, jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup.

TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG

Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang telah melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini :

* Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.
* Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).
* Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.
* Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.

Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran, jika menurut pendapat wasit seorang pemain:

* Bermain dengan cara yang membahayakan.
* Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).
* Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
* Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.12, yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.

Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

SANGSI DISIPLIN

Kartu kuning dan kartu merah hanya dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain) cadangan.

Para wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir.

PELANGGARAN YANG DIPERINGATKAN

Seorang pemain diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :

* Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif.
* Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik.
* Tetap melanggar Peraturan Permainan.
* Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan.
* Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.
* Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain.
* Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.

Untuk setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan menunjukkan kartu kuning.

PELANGGARAN YANG DAPAT MENYEBABKAN PEMAIN DIKELUARKAN

Seorang pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia melakukan salah satu pelanggaran sebagai berikut :

* Pemain bermain sangat kasar.
* Pemain melakukan tindakan kasar.
* Meludah pada lawan atau orang lain.
* Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).
* Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.
* Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.
* Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.

KEPUTUSAN DAN PENEGASAN

Jika permainan dihentikan untuk sementara karena pemain melakukan pelanggaran No.6 atau No.7, tanpa melakukan pelanggaran peraturan lainnya, maka permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung yang diberikan kepada tim lawan dan dilakukan ditempat dimana pelanggaran awal terjadi. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terakhir terjadi.

KEPUTUSAN – KEPUTUSAN

1. Seorang pemain yang dikeluarkan oleh wasit (send off) tidak dapat ikut kembali kepermainan yang sedang berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan harus meninggalkan sekitar lapangan. Pemain cadangan dapat masuk ke lapangan dua menit setelah rekan timnya dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya sebelum masa dua menitnya berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh pencatat waktu. Dalam hal ini ditetapkan aturan sebagai berikut :

* Jika dalam permainan terdapat 5 pemain melawan 4 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim yang hanya dengan 4 pemain dapat memasukkan pemain kelimanya.
* Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap bermain dengan jumlah yang sama.
* Jika dalam pertandingan dimana terdapat 5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau 4 pemain melawan 3 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim dengan 3 orang pemain dapat menambah hanya satu orang pemain lagi.
* Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap dengan jumlah pemain yang sama.
* Jika tim yang mencetak gol adalah salah satu dari tim dengan pemain yang lebih sedikit, maka permainan diteruskan tanpa menambah jumlah pemain.

2. Tergantung pada peraturan 12.

Pemain boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan oleh pemain lawan.

Tetapi, jika menurut pendapat wasit, pemain sengaja melakukan tipuan ketika bola dalam permainan menghindari peraturan ini, pemain itu bersalah, berkelakuan tidak sportif. Pemain diberikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning, dan tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi seperti itu, tidak ada hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh bola dengan tangannya atau tidak.

Pelanggaran yang dilakukan pemain dalam usaha untuk menghindar dari ketentuan dan makna dari peraturan 12.

1. Menyerang yang dapat membahayakan keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi sebagai pemain sangat kasar (must be sanctioned as serious foul play).
2. Tiap tindakan pura-pura di dalam lapangan adalah berniat menipu wasit, harus diberikan sangsi sebagai kelakuan tidak sportif (must be sanctioned as unsporting behaviour).
3. Pemain yang melepaskan baju kaos/shirt ketika merayakan suatu gol, harus diberikan peringatan untuk kelakuan tidak sportif (must be caution for unsporting behaviour).

PERATURAN 13

TENDANGAN BEBAS

TENDANGAN BEBAS

Tendangan bebas terdiri dari tendangan bebas langsung dan tidak langsung.

Untuk kedua tendangan bebas bola harus diam dan tidak bergerak dan penendang tidak boleh menyentuh bola kedua kalinya sebelum disentuh/tersentuh oleh pemain lainnya.

TENDANGAN BEBAS LANGSUNG

Jika tendangan bebas langsung dilakukan kearah gawang dan gol terjadi, maka gol tersebut dinyatakan sah.

TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG

Gol hanya dapat tercetak dan dinyatakan sah, apabila bola tersebut sudah menyentuh/tersentuh pemain lainnya sebelum masuk kegawang.

POSISI TENDANGAN BEBAS

* Seluruh pemain lawan paling kurang harus berada tidak kurang banyak 5 m dari bola sampai bola dalam permainan.(until it is in play)
* Bola kembali berada dalam permainan setelah bola ditendang, disentuh/tersentuh atau dimainkan oleh pemain lain.
* Ketika tim bertahan laksanakan tendangan bebas dari dalam daerah pinalti sendiri, semua pemain lawan harus berada di luar daerah pinalti. Bola dalam permainan segera setelah meninggalkan keluar daerah penalti.

PELANGGARAN DAN SANGSI

Jika ketika tendangan bebas dilakukan, posisi lawan berada lebih dekat dengan bola dari jarak yang ditentukan maka:

* Tendangan bebas dilakukan ulang (diulang).

Jika setelah bola berada dalam permainan, penendang menyentuh/memainkan bola kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya maka:

* Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.

Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.(from the place where the infringement)

Jika tendangan bebas dilakukan lebih dari 4 detik maka:

* Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.

TANDA ISYARAT DARI WASIT

TENDANGAN BEBAS LANGSUNG

Wasit menunjuk pada satu lengannya secara horizontal, menunjuk arah tendangan yang akan dilakukan. Dalam hal terjadinya pelanggaran yang dihitung sebagai kesalahan yang diakumulasikan, wasit menunjuk kearah posisi terjadinya pelanggaran, sementara jari lainnya memberi isyarat kepada wasit ketiga, atau ofisial pertandingan lainnya agar mengetahui bahwa pelanggaran tersebut dihitung sebagai pelanggaran yang diakumulasikan.

TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG

Wasit mengindikasikan sebuah tendangan bebas tidak langsung dengan menaikkan tangan diatas kepala. Ia tetap mengangkat tangannya dengan posisi tersebut hingga tendangan telah dilakukan dan bola telah menyentuh/disentuh pemain lain atau keluar lapangan permainan.

PERATURAN 14

PELANGGARAN YANG DIAKUMULASIKAN

PELANGGARAN TERAKUMULASI

* Hukuman tersebut dilakukan dengan memberikan tendangan bebas langsung seperti disebutkan dalam Peraturan No.12.
* Lima kesalahan yang telah dilakukan oleh masing-masing tim diakumulasikan dibabak pertama dan dicatat dalam ringkasan pertandingan.

POSISI TENDANGAN BEBAS

Untuk kumpulan lima jenis pelanggaran pertama dicatat oleh kedua tim di setiap babaknya:

* Para pemain dari tim lawan boleh membentuk dinding untuk mempertahankan tendangan bebas.
* Seluruh pemain lawan harus berada tidak kurang berjarak 5 meter dari bola, sampai bola dalam permainan.
* Gol dapat tercipta secara langsung dari tendangan bebas ini.

Pada permulaan dari terjadinya pelanggaran akumulasi yang keenam dicatat untuk kedua tim pada setiap babak:

* Para pemain tim lawan tidak boleh membentuk dinding (untuk mempertahankan tendangan bebas yang diberikan akibat Pelanggaran keenam).
* Pemain yang melakukan tendangan bebas harus diidentifikasi dengan baik dan jelas.
* Penjaga gawang harus tetap dalam daerah pinaltinya dengan tidak kurang jarak 5 meter dari bola.
* Seluruh pemain lainnya di lapangan harus tetap berada sejajar dengan bola dan paralel dengan garis gawang, dan diluar daerah pinalti. Mereka harus berjarak tidak kurang 5 meter dari bola dan tidak boleh mengganggu pemain yang akan melakukan tendangan bebas. Tidak boleh ada pemain lain yang boleh melewati barisannya yang sejajar dengan posisi bola (tidak boleh melewati garis imajiner) sampai bola telah disentuh atau dimainkan.

PROSEDUR

untuk pelanggaran keenam dan pelanggaran terakumulasi selanjutnya

* Pemain yang melakukan tendangan bebas, harus menendang bola dengan tujuan mencetak gol dan tidak boleh mengoper bola kepada pemain kawan satu timnya
* Setelah tendangan bebas dilakukan, tidak ada pemain yang boleh menyentuh bola sampai bola tersebut disentuh oleh penjaga gawang, atau telah memantul pada tiang gawang atau palang gawang atau telah meninggalkan lapangan (yang dimaksud keluar lapangan).
* Jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran keenam bagi timnya pada posisi diantara garis tengah lapangan dan titik pinalti kedua 10 meter dari garis gawang tendangan bebas dilakukan dari titik pinalti kedua. Seperti yang telah di jelaskan pada peraturan No.1. Tendangan bebas dilakukan sesuai dengan ketentuan “Posisi dari tendangan bebas”.
* Jika seorang pemain melakukan kesalahan keenam dari timnya dari bagian lapangannya sendiri antara garis 10 m dan garis gawang, tim yang diberi tendangan bebas tersebut dapat memilih apakah mengambilnya dari titik pinalti kedua atau dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
* Tambahan untuk perpanjangan waktu harus diberikan untuk sebuah tendangan bebas yang dilakukan pada akhir dari setiap permainan.
* Jika permainan masuk kedalam waktu tambahan, maka semua pelanggaran yang telah diakumulasikan dari babak kedua pertandingan, tetap berlanjut untuk diakumulasikan kedalam waktu tambahan.

PELANGGARAN DAN SANGSI

Jika seorang pemain dari tim bertahan melanggar terhadap peraturan tendangan dari titik pinalti kedua:

* Tendangan diulang jika tidak tercipta gol.
* Tendangan tidak diulang jika gol tercipta.

Jika pemain dari tim yang sama yang melanggar peraturan tendangan dari titik pinalti kedua:

* Tendangan diulang jika gol tercipta.
* Jika gol tidak tercipta, wasit hentikan permainan dan memulai kembali permainan dengan tendangan bebas tidak langsung diberikan tim lawan, dilaksanakan dari tempat bola berada ketika pelanggaran terjadi.

Jika pemain yang melakukan tendangan melanggar peraturan tendangan dari titik pinalti kedua, ini setelah bola dalam permainan:

* Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi kecuali kejadian ini terjadi didalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini tendangan bebas langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada saat tempat terdekat dimana pelanggaran terjadi.

Jika pemain dari tim bertahan dan pemain dari tim penyerang melakukan pelanggaran dari peraturan ini:

* Tendangan bebas diulang.

Jika bola mengenai sesuatu (benda) setelah disentuh / ditendang ke depan.

* Tendangan bebas diulang.

Jika bola mantul ke dalam permainan dari penjaga gawang, dari palang gawang atau dari tiang gawang dan kemudian mengenai sesuatu (benda):

* Wasit hentikan permainan (sementara);
* Memulai kembali permainan dengan menjatuhkan bola (=dropped ball) pada tempat dimana bola mengenai sesuatu (benda) .

PERATURAN 15

TENDANGAN PINALTI

Tendangan pinalti diberikan terhadap tim yang melakukan pelanggaran yang dihukum dengan tendangan bebas langsung, di dalam daerah pinaltinya sendiri dan ketika bola dalam permainan.

Gol dapat dicetak secara langsung dari tendangan pinalti.

Diperkenankan waktu tambahan untuk tendangan pinalti yang akan dilakukan pada akhir setiap babak atau pada akhir setiap periode perpanjangan waktu.

POSISI BOLA DAN PARA PEMAIN

Bola :

* Bola ditempatkan di titik pinalti.

Pemain yang mengambil tendangan pinalti:

* Teridentifikasi dengan benar

Penjaga gawang tim bertahan:

* Tetap berada pada garis gawangnya, menghadap ke penendang, diantara kedua tiang gawang, di bawah palang gawang hingga bola telah ditendang.

Posisi pemain lain selain penendang:

* Tetap berada didalam lapangan.
* Diluar daerah pinalti
* Dibelakang atau di samping titik pinalti.
* Paling kurang berjarak 5 meter dari titik pinalti.

PROSEDUR

* Pemain yang melakukan tendangan pinalti menendang bola ke arah depan.
* Pemain yang melakukan tendangan pinalti tidak boleh memainkan bola untuk kedua kali hingga bola disentuh/menyentuh pemain lainnya.
* Bola dalam permainan dan setelah bola ditendang dan bergerak kearah depan.

Ketika dilakukan tendangan pinalti terjadi selama pertandingan normal dilakukan atau dengan waktu perpanjangan baik setengah babak maupun penuh, untuk melakukan tendangan pinalti atau tendangan pinalti diulang, sebuah gol diberikan atau dikatakan sah jika sudah melewati kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang.

* Bola menyentuh salah satu tiang gawang, atau kedua tiang gawang atau palang gawang dan atau penjaga gawang.

PELANGGARAN DAN SANGSI

Jika seorang pemain dari tim yang bertahan melanggar peraturan ini :

* Tendangan diulang, jika tidak tercipta gol.
* Tendangan tidak diulang, jika tendangan tercipta gol.

Jika rekan tim pemain yang melaksanakan tendangan melanggar peraturan ini maka :

* Tendangan diulang, jika tercipta gol.
* Jika tidak teripta gol, wasit hentikan permainan dan memulai kembali permainan dengan tendangan bebas tidak langsung untuk tim bertahan, dilaksanakan dari tempat dimana bola berada (saat itu) ketika pelanggaran terjadi.

Jika pemain yang melaksanakan tendangan melanggar peraturan tendangan pinalti ini, setelah bola berada dalam permainan:

* Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi. Kecuali tendangan terjadi didalam daerah pinalti, yang mana tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

Jika pemain dari tim bertahan dan pemain dari tim penyerang melakukan pelanggaran dari peraturan ini :

* Tendangan pinalti diulang.

Jika bola mengenai sesuatu (benda) setelah disentuh/ditendang ke depan :

* Tendangan diulang.

Jika bola mantul kedalam permainan dari penjaga gawang, dari palang gawang atau dari tiang gawang dan kemudian mengenai sesuatu (benda):

wasit hentikan permainan (sementara).

Memulai kembali permainan dengan menjatuhkan bola (dropped ball) pada tempat dimana bola mengenai sesuatu (benda).

PERATURAN 16

TENDANGAN KEDALAM

Tendangan kedalam adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol tidak dapat disahkan langsung dari tendangan kedalam.

Tendangan kedalam diberikan:

* Jika keseluruhan bagian dari bola melewati garis samping, baik menggelinding di permukaan lapangan maupun melayang di udara atau menyentuh langit-langit.
* Di tempat persilangan garis samping lapangan.
* Kepada Tim lawan dari pemain yang terakhir kali menyentuh bola.

POSISI BOLA DAN PEMAIN

BOLA

* Harus ditempatkan pada garis pembatas lapangan (garis samping).
* Dapat ditendang kembali kedalam permainan ke arah manapun.

Pemain mengambil tendangan kedalam:

* Pada saat menendang bola, bagian dari setiap kakinya berada pada garis pembatas lapangan atau di luar garis pembatas lapangan.

Pemain dari tim yang bertahan:

* Para pemain minimum berjarak 5 meter dari bola tempat dimana dilakukannya tendangan kedalam.

PROSEDUR

* Pemain, penendang kedalam harus melakukannya dalam waktu 4 detik dari saat menempatkan bola.
* Pemain melakukan tendangan kedalam tidak dapat atau tidak boleh memainkan bola kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/ disentuh pemain lainnya.
* Bola berada dalam permainan segera setelah bola tersebut ditendang atau disentuh.

PELANGGARAN DAN SANGSI

Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika:

* Pemain yang melakukan tendangan kedalam memainkan bola untuk kedua kalinya sebelum bola tersentuh/menyentuh pemain lain. Tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari tempat dimana pelanggaran terjadi, kecuali hal tersebut dilakukandari daerah pinalti dan dilaksanakan pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

Tendangan kedalam diulang oleh pemain dari tim lawan, jika:

* Tendangan kedalam dilakukan tidak dengan benar.
* Tendangan kedalam dilakukan dari posisi selain tempat dimana bola melewati garis pembatas lapangan.(garis samping)
* Tendangan kedalam tidak dilakukan dalam waktu 4 detik mulai dari saat pemain menempatkan bola hingga melakukan tendangan.
* Terjadinya pelanggaran pada peraturan lain.

PERATURAN 17

PEMBERSIHAN GOL

Pembersihan gol adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol tidak dapat dikatakan sah apabila gol dilaksanakan melalui ditendang atau dilempar langsung dari gawang oleh penjaga gawang.

Pembersihan gol diberikan jika :

* Keseluruhan bola telah disentuh oleh pemain dari tim penyerang, telah melewati garis gawang, apakah menggelinding di tanah atau melayang di udara dan gol tidak tercetak sesuai Peraturan No. 11.

PROSEDUR

* Bola dilempar dari titik manapun dalam daerah pinalti oleh penjaga gawang dari tim bertahan.
* Para pemain lawan harus tetap berada diluar daerah pinalti sampai bola berada dalam permainan.
* Penjaga gawang tidak boleh memainkan bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut dimainkan oleh pemain lawan atau melewati garis tengah lapangan.
* Bola dalam permainan ketika bola tersebut dilempar langsung keluar dari daerah pinalti.

PELANGGARAN DAN SANGSI

Jika bola tidak dilempar langsung keluar daerah pinalti:

* Pembersihan gol diulang.

Jika bola sudah dalam permainan, penjaga gawang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum bola tersebut dimainkan pemain lawan atau melewati garis tengah lapangan:

* Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dari tempat dimana pelanggaran terjadi. Kecuali hal tersebut terjadi didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

Setelah bola berada dalam permainan, penjaga gawang menerimanya kembali dari rekan tim:

* Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

Jika pembersihan gol dilaksanakan dalam waktu lebih dari 4 detik oleh penjaga gawang yang memegang bola:

* Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dilaksanakan dari garis daerah penalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

PERATURAN 18

TENDANGAN SUDUT

Tendangan sudut adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol dapat tercetak langsung dari tendangan sudut, tetapi hanya dilakukan terhadap tim lawan.

Tendangan Sudut diberikan apabila:

* Keseluruhan bagian dari bola, telah menyentuh seorang dari pemain bertahan melewati garis gawang, baik mengelinding di tanah permukaan atau melayang di udara dan gol tidak tercetak sesuai dengan Peraturan No.11.

Prosedur

* Bola ditempatkan tepat didalam busur sudut, yang terdekat.
* Para pemain lawan berada pada jarak tidak kurang 5 m dari bola.
* Bola ditendang oleh pemain dari tim penyerang yang mendapat tendangan sudut.
* Bola berada dalam permainan setelah bola ditendang atau disentuh dan keluar dari daerah tendangan sudut.
* Penendang tidak boleh memainkan bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut disentuh/ tersentuh pemain lain.

PELANGGARAN DAN SANGSI

Tendangan bebas tidak langsung dapat dilaksanakan oleh tim lawan, jika:

* Pemain yang melaksanakan tendangan sudut memainkan bola kedua kalinya sebelum bola tersebut menyentuh pemain lain. Tendangan bebas tidak langsung dilaksanakan pemain tim lawan dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
* Tendangan sudut dilakukan dalam waktu tidak lebih 4 detik oleh pemain yang akan melaksanakan tendangan menempatkan bola.
* Tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari busur sudut.

Untuk pelanggaran lainnya :

* Tendangan sudut diulangi.

PROSEDUR UNTUK MENENTUKAN PEMENANG PERTANDINGAN

Waktu tambahan dan tendangan dari titik pinalti adalah cara untuk menentukan tim pemenang, apabila peraturan kompetisi mengisyaratkan harus ada tim pemenang setelah pertandingan berakhir dengan seri.

PENAMBAHAN WAKTU

Waktu tambahan terdiri dari dua waktu yang sama yaitu lima menit setelah waktu istirahat selama lima menit. Jika tidak ada gol yang dicetak selama dua babak dari penambahan waktu tersebut dan nilai akhir tetap berimbang, maka pertandingan ditentukan melalui tendangan dari titik pinalti.

PROSEDUR TENDANGAN DARI TITIK PINALTI

* Wasit memilih gawang yang akan dilakukan tendangan dari titik pinalti.
* Wasit melempar koin dan kapten tim yang memenangkan lemparan koin tersebut memutuskan melaksanakan tendangan pertama ataukah yang kedua.
* Wasit dan pencatat waktu mencatat tendangan yang dilakukan.
* Masing-masing tim melakukan lima tendangan dari titik pinalti.
* Tendangan dilakukan secara bergantian oleh kedua tim.
* Jika sebelum tendangan kelima kali dilakukan, salah satu tim telah unggul dan tak mungkin terkejar, maka sisa tendangan tidak perlu dilakukan.
* Setelah kedua tim melakukan lima tendangan dan hasil angka akhir sama maka, tendangan dilanjutkan dengan cara yang sama, sampai dengan salah satu tim ada yang unggul dari jumlah pemain penendang yang sama, semua pemain dan (pemain) cadangan dapat dipilih untuk melaksanakan tendangan dari titik pinalti.
* Setiap tendangan dari titik pinalti dilaksanakan oleh pemain yang berbeda. Tendangan yang kedua dapat dilakukan setelah semua pemain telah mendapatkan gilirannya.
* Pemain yang diperbolehkan melakukan tendangan dapat menggantikan posisi penjaga gawang dalam setiap saat selama pelaksanaan tendangan dari titik pinalti dilakukan.
* Hanya pemain yang telah ditunjuk sebagai penendang dari titik pinalti dan petugas pertandingan saja yang boleh tetap berada didalam lapangan.
* Semua pemain, kecuali pemain yang ditunjuk laksanakan tendangan dan dua penjaga gawang, harus tetap didalam lapangan permainan dan berada di setengah lapangan dari arah yang berlawanan.
* Kecuali ditentukan lain, peraturan yang dikeluarkan oleh Asosiasi Sepak Bola Internasional berlaku juga untuk tendangan dari titik pinalti.
* Pada saat setelah pertandingan selesai, jika jumlah pemain salah satu tim melebihi jumlah pemain lawannya maka, tim dengan jumlah pemain lebih tersebut harus mengurangi jumlah pemainnya hingga jumlah keduanya sama. Nama dan jumlah yang tidak ikut serta harus dilaporkan kepada wasit. Kapten tim bertanggung jawab akan hal ini.
* Sebelum memulai tendangan dari titik pinalti, wasit harus sudah memastikan bahwa pemain yang sudah ditunjuk saja yang berhak melakukan tendangan dari titik pinalti dan tetap berada didalam lapangan untuk melakukan tendangan itu.

Sejarah Futsal

Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah "futsal" adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, football dan sala.
Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan dan di luar rumput futsal, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia rumput futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game

Sejarah Sepak Bola

Sepak bola merupakan olahraga yang dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Bukti ilmiah yang bisa didapat adalah adanya permainan semacam sepak bola di negeri Cina. Kala itu, dinasti Han melatih tentara menggunakan “tsu-chu” untuk latihan fisiknya, yaitu latihan menendang bola kulit memasukkan ke dalam jaring kecil yang diikatkan pada batang-batang bambu panjang. Pemain membidikkan bola ke dalam jaring kecil menggunakan kaki, dada, punggung, serta bahu sambil berusaha menahan serangan dari lawan.

Di Jepang dikenal pula permainan semacam “tsu-chu” sekitar 500 – 600 tahun kemudian yang bernama Kemari, meskipun tidak kompetitif seperti di Cina. Yunani dengan “episkyros”, Romawi (Italia) dengan “haspartum”, dan Perancis dengan “choule” bisa memperpanjang daftar yang membuktikan sepakbola adalah olah raga yang berusia sangat tua.

Ada dugaan bahwa orang-orang Romawi membawa permainan itu ke Inggris. Tapi masih disangsikan apakah haspartum merupakan pendahulu sepak bola yang sekarang dikenal ini, sebab penduduk Celtic di Cronwall juga sudah mengenal permainan yang serupa yang disebut “hurling”. Waktu itu jelas belum ada peraturan yang baku. Orang boleh bermain tanpa jumlah yang pasti dan bukan hanya kaki, tetapi tanganpun boleh ikut memainkan bola. Bahkan boleh menendang tulang kering serta membawa lari bola.

Banyak teori tentang siapa yang mula-mula melaksanakan permainan sepak bola ini, tetapi yang pasti, Inggrislah yang mulai menyempurnakan sehingga perkembangannya halus seperti sekarang ini. Prakarsanya di mulai pada tahun 1863, tepatnya pada tanggal 26 Oktober, ketika sebelas perkumpulan di London mengadakan pertemuan untuk menjernihkan kekacauan dengan membuat serangkaian peraturan fundamental untuk mengatur pertandingan-pertandingan selanjutnya. Pertemuan ini berhasil membentuk Football Association (FA) yang pertama walaupun berbuntut keluarnya kelompok Rugby dalam rapat karena menolak peraturan yang melarang penginjakan, penendangan tulang kering dan melarikan/membawa bola. Akhirnya pada tanggal 8 Desember 1863, Rugby resmi mengurdurkan diri dan keduanya berjalan sendiri-sendiri.

Setelah 6 tahun Football Association berjalan, permainan sepak bola semakin mendekati kesempurnaan, terutama setelah adanya keputusan yang melarang setiap pemegangan bola (bukan hanya melarikan). Di tahun kedelapannya (baca: FA), selain anggota yang bertambah menjadi 50 perkumpulan, kompetisi sepak bola yang pertama juga mulai digelar di bawah naungannya. Pertumbuhan sepak bola melaju begitu pesat di seantero jagat bahkan pada tahun 1879 sudah dikenal langkah-langkah sepakbola profesional di Darwin, yaitu dua pemainnya: John Love dan Fergus Suter, dilaporkan sebagai orang-orang pertama yang menerima bayaran dari bakatnya bermain sepakbola.

Setelah Football Association, segera menyusul di Nederland, the Scottisch FA (1873), The TA of Wales (1875), dan The Irish FA di Belfast, Selandia Baru (1891), Argentina (1893), Chili (1895), Swiss dan Belgia (1895) Italia (1898), Jerman dan Uruguay (1900), Hongaria (1901), dan Finlandia pada tahun 1907.

Pada tahun 1907, berdirilah Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) di Paris, Perancis atas prakarsa 7 negara, yaitu Perancis, Denmark, Belanda, Spanyol, Swedia dan Swiss. Dari tujuh anggota berkembang menjadi 36 pada tahun 1925, dan setelah diselingi Perang Dunia II, FIFA sudah diikuti oleh 73 anggota pada perebutan Piala Dunia II. Saat ini FIFA mempunyai anggota sebanyak 146.300.000 klub, 200.000 di antaranya berada di Eropa dengan sekitar 680.000 tim dan 22 juta pemain yang aktif.

Karena peminat olahraga ini sangat banyak (bahkan terbanyak di seluruh dunia), maka pengembangan olahraga ini dilakukan sangat pesat agar bisa menjadi olahraga yang sempurna, tidak ada kecurangan dan frekuensi cedera pemain kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Karena ada yang bilang bahwa sepak bola adalah olahraga “teraman” ke-5.